• -IST-

Tahun Ini BUMN Ditarget Raup Untung Rp200 Triliun

Tahun Ini BUMN Ditarget Raup Untung Rp200 Triliun

Thu, 03/29/2018 - 16:11
Posted in:
0 comments

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan 143 BUMN pada 2018 ini bisa meraup untung Rp200 triliun, atau meningkat dari capaian tahun sebelumnya sekitar Rp183 triliun.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menyebutkan perolehan laba perusahaan milik negara pada awal pemerintahan Kabinet Kerja hanya sekitar Rp140 triliun. Namun kini terus bertambah hingga 28 persen menjadi Rp183 triliun.

"Profitability ketika Ibu Rini masuk menjadi Menteri masih sekitar Rp140 triliun, sekarang hampir Rp180 triliun. Bu Menteri justru harapannya tahun ini bisa tembus Rp200 triliun," tutur Imam seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/3).

Berdasarkan data Kementerian BUMN, perolehan laba BUMN dari tahun ke tahun kian meningkat, yakni pada 2015 tercatat sebesar Rp149 triliun, 2016 sebesar Rp164 triliun, dan 2017 sebesar Rp183 triliun.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, jumlah perusahaan pelat merah yang merugi berkurang dari semula 26 perusahaan menjadi hanya 12 perusahaan pada 2017.

Bertepatan dengan rangkaian Peringatan HUT Ke-20 Kementerian BUMN, Imam menjelaskan usia kementerian tersebut kini semakin dewasa dan diharapkan memiliki konsep serta gagasan rencana Kementerian BUMN hingga 20 tahun mendatang.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno pada "kick-off" peringatan HUT Ke-20 Kementerian BUMN di Walini, Bandung Barat, mengingatkan 143 perusahaan BUMN untuk tidak berkompetisi dan saling menjatuhkan, sehingga membuat banyak BUMN menjadi tidak sehat.

Yang Merugi Harus Bersinergi

Menurut Rini Soemarno, tahun 2017 dari 128 BUMN ada 12 perusahaan mengalami kerugian. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2016 karena ada 24 perusahaan merugi.

”Tahun 2016 jumlah BUMN yang rugi mencapai 24 perusahaan, tahun 2017 turun menjadi 12 perusahaan. Tahun 2018 targetnya tidak ada lagi yang rugi,” kata Rini saat mengikuti Fun Bike BUMN 2018 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, Rini menjelaskan, secara konsolidasi 128 BUMN pada 2017 membukukan laba komprehensif Rp183 triliun atau naik sekitar 10% dibandingkan 2016.

”Saya berterima kasih pada semua insan BUMN yang telah bekerja keras selama ini. Saya harapkan tahun 2018 semua BUMN bisa untung dan keluarga besar BUMN bisa bahagia dan sejahtera bersama,” ujar Rini.

Menurutnya, berbagai langkah akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan terutama yang masih dalam keadaan defisit.

”Banyak cara, namun paling utama adalah sinergi. Misalnya, BUMN dalam satu sektor yang sama, logistik pengadaan barang bisa dikoordinasikan sehingga lebih efisien,” ujarnya.

Selain itu, sinergi BUMN juga diarahkan untuk saling memanfaatkan jasa ataupun produksi yang dihasilkan beberapa perusahaan. Dia menyoroti beberapa BUMN masih dalam tekanan keuangan, yaitu PT Garuda Indonesia yang perlu berbenah agar kinerja operasi lebih bagus lagi.

”Khusus untuk Garuda, kerugian lebih karena perusahaan ini terjebak dalam perang tarif dan rute penerbangan internasional yang tidak efisien. Sedangkan Krakatau Steel kerugiannya membengkak disebabkan antara lain adanya dumping baja dari China,” kata Rini.

Diketahui, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pada 2017 mengalami kerugian sebesar USD213,4 juta atau setara Rp2,88 triliun (Rp13.000/USD). Padahal 2016, Garuda berhasil mencetak laba sebesar USD9,4 juta atau Rp126,9 miliar. Untuk itu, BUMN merugi harus melakukan efisiensi, termasuk menjalin sinergi antarperusahaan. BUMN yang memiliki bisnis atau usaha sama juga diarahkan digabung.

<>CNN/OKEZONE/01