• Grand Kamala Lagoon. -IST-
  • Vida. -IST-
  • Meikarta, Cikarang. -IST-

Saatnya Melirik Bekasi untuk Investasi Properti, Ini Alasannya!

Saatnya Melirik Bekasi untuk Investasi Properti, Ini Alasannya!

Sat, 03/24/2018 - 12:41
Posted in:
0 comments

Pasar properti Bekasi terus menanjak seiring pembangunan infrastruktur yang luar biasa di Kota Bekasi, ditambah lagi pasar properti di Jakarta juga sudah over price.

Belakangan sejumlah pengamat properti seolah sepakat bahwa tren hunian masa depan diproyeksikan akan berkembang ke arah barat dan timur Jakarta. Tepatnya antara kawasan Tangerang-Maja dan Bekasi-Karawang.

Tren tersebut juga diperkuat laporan Rumah123.com Property Affordability Sentiment Index di mana Tangerang menduduki peringkat kedua sebagai lokasi yang diprioritaskan masyarakat sebagai tempat tinggal setelah Jakarta yang bercokol di peringkat pertama.

Yang menarik, survei tahunan situs jual-beli rumah yang bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, yang dilakukan November – Desember 2016 dengan total 1.030 responden ini juga mendudukkan Bekasi di urutan ketiga.

Pertanyaannya: Apakah yang membuat Bekasi mampu menyingkirkan Bandung, Bogor, dan Depok sebagai lokasi yang diprioritaskan masyarakat sebagai tempat tinggal setelah Jakarta?

“Di area Bekasi, pasar properti awal tahun ini memang sangat semarak. Proyek-proyek apartemen dan rumah seolah berebutan launching. Beberapa di antaranya adalah apartemen Gangnam Pollux, The Primrose Condovilla Summarecon Bekasi, Mutiara Gading City, dan masih banyak lagi,” ujar Herry Tan, agen properti yang juga selaku Principle Ray White Summarecon Bekasi.

Dan bisa jadi faktor itu pula yang membuat Ray White Summarecon Bekasi meraih penghargaan bergengsi sebagai Top Office peringkat 2 Nasional dan Top Office peringkat 1 Bodetabek, pada peringatan ke 20 tahun kehadiran Ray White di Indonesia lewat acara Connect Conference di Grand Ballroom Hotel Westin Jakarta pada 9-11 Maret 2017 lalu.

Herry Tan yang juga baru saja meraih Best Principal of the Year 2017, pun mengungkap beberapa poin penting yang menjadikan pasar properti di Bekasi kian dilirik banyak orang.

“Perkembangan infrastruktur di kota Bekasi memang menjadi salah satu daya tariknya. Sebut saja Light Rail Transit (LRT),Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu), dan semakin banyaknya sekolah-sekolah, kampus, dan pusat perbelanjaan yang bagus.”

Itulah yang membuat pasar properti di Bekasi menjadi sangat diminati belakangan ini. Dan bisa jadi karena populasi penduduknya yang makin membesar (data tahun 2010: 2,3 juta orang) membuat para developer semakin bergairah sehingga berebut masuk pasar Bekasi.

Untuk karakteristik hunian di Bekasi yang dipilih konsumen, kepada Rumah.com, Herry menuturkan bahwa hal tersebut tergantung dari bujet konsumen sendiri.

“Bagi mereka yang memiliki bujet di atas Rp1 milyar tentunya akan memilih rumah. Tapi dengan kondisi sekarang di mana kemudahan hidup dan lifestyle menjadi daya tarik maka pasar apartemen di Bekasi pun kian diminati. Dengan bujet di bawah Rp500 juta mereka sudah dapat hunian di tengah kota yang dimanjakan dengan beragam kemudahan dan fasilitas.”

Dari sudut pandang investasi, Bekasi pun akan sangat menggoda para investor. “LRT progresnya luar biasa, rencananya tahun ini Tol Becakayu pun bisa dioperasikan, Bus TransJakarta juga sudah sampai di kota Summarecon Bekasi,” tambah Herry.

“Tentunya ini semua akan menjamin prospek properti kota Bekasi makin menggoda kedepannya. Dan untuk saat ini rata-rata kenaikan per tahunnya mencapai 15%,” jelas Herry. Dan ini semua belum lagi ditambah pencanangan tahun investasi oleh Pemda Bekasi yang dibarengi dengan pembangunan infrastruktur jalan dan penyerdehanaan ijin.

Ke depannya, Herry menambahkan, pasar properti Bekasi akan terus menanjak seiring pembangunan infrastruktur yang luar biasa di Kota Bekasi, ditambah lagi pasar properti di Jakarta juga sudah over price sehingga orang pasti akan mencari kota terdekat seperti Bekasi.

“Dan berkat LRT, konsumen juga tidak khawatir lagi sama macet yang selama ini menjadi momok properti di Bekasi,” ujar Herry.

Lebih Populer Ketimbang Jakarta Timur?

Masyarakat komuter yang sehari-hari pergi beraktivitas ke pusat kota, umumnya mencari tempat tinggal yang terdekat dari tempat bekerja. Meski demikian, tak seluruh kotamadya di Ibukota menjadi sasaran domisili favorit. Terbukti dari pembangunan properti beberapa area di kota penyangga justru maju lebih pesat.

Salah satu contohnya terlihat dari pembangunan properti Bekasi yang lebih banyak disasar konsumen pencari rumah baru daripada Jakarta Timur. Padahal, Jakarta Timur relatif dekat menjangkau area pusat bisnis di Pusat dan Utara.

Yohan Yan, broker Century21 Metro area Bekasi mengemukakan beberapa alasan yang membuat properti Bekasi begitu menarik disasar investor dan konsumen.

“Beberapa tahun belakangan ini, Bekasi sangat menarik untuk disasar untuk investasi. Salah satunya dengan hadirnya jalan tol Becakayu yang akan di buka pada tahun 2017,” ujar Yohan Yan, di sebuah acara tentang bisnis rumah.

“Bekasi juga memiliki jumlah penduduk lima terbesar di Indonesia. Itu adalah pangsa pasar properti yang menjanjikan untuk berinvestasi, khususnya residensial dengan harga kisaran Rp500 jutaan,” tambah Yohan.

Selain infrastruktur yang semakin mumpuni dan pangsa pasar yang luas, Yohan juga menuturkan bahwa harga tanah di Bekasi masih relatif terjangkau untuk kalangan menengah.

“Saya melihat tren konsumen di Bekasi mayoritas end user. Rata-rata pembeli di bekasi datang dari keluarga baru dengan pendapatan menengah dengan daya beli rumah seharga Rp300 juta sampai Rp500 juta atau di bawah Rp1 miliar. Dan demand-nya sangat tinggi.”

“Tidak heran jika Bekasi lebih menarik karena harga masih terjangkau ketimbang area Jakarta Timur,” tutupnya.

Bila Anda tertarik menelusuri perumahan terbaik dengan harga menengah di kawasan Bekasi, terdapat banyak pilihan hunian dengan konsep menarik dan harga di bawah Rp1 miliar.

Prospek Bagus

Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta yang didukung dengan pengembangan infrastruktur yang makin baik, pertumbuhan pasar properti di Bekasi, Jawa Barat, saat ini tengah memperlihatkan tren yang cukup bagus.

Bahkan, pada tahun-tahun mendatang disebut bakal menyamai Serpong yang sudah menjadi kota mandiri yang ramai. Kawasan koridor timur dari Jakarta yang mencakup Bekasi, Cikarang, dan Karawang belakangan makin meroket sebagai kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sana.

Disebut-sebut, pertumbuhan daerah Cikarang masih punya peluang berkembang lebih besar dan menjadi pusat bisnis, industri, serta hunian terkemuka ketimbang Serpong.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menuturkan, prospek properti di kawasan Bekasi tak ayal ter dongkrak dengan pembangunan infrastruktur yang makin masif.

Pembangunan infrastruktur memang menjadi sentimen tersendiri yang bisa mendorong pasar properti melirik Bekasi sebagai tujuan pembangunan baru.

“Infrastruktur salah satu faktor kuat dalam perkembangan properti, termasuk rumah tapak dan apartemen. Potensi Bekasi untuk terus meroket memang ada,” ujarnya ketika dihubungi.

Namun, lanjut Ali, Bekasi, khususnya Cikarang, memiliki economic base yang kuat sehingga ke depannya bisa menjadi kawasan industri yang besar. Cikarang merupakan satu dari tujuh zona kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sekitar 4.000 perusahaan bercokol di wilayah tersebut dan diperkirakan sebanyak 21.000 ekspatriat bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Ada tiga kawasan industri besar di kawasan ini, yakni Jababeka sekitar 5.000 hektare, Lippo Cikarang 3.000 hektare lebih, dan Delta Mas seluas 3.000 hektare. Ketiganya masing-masing menciptakan kawasan terintegrasi.

Kondisi tersebut akan menjadikan Cikarang sebagai kawasan industri terbesar di dunia. “Untuk hunian, kemungkinan daerah Cileungsi akan tumbuh pesat lebih dahulu dibandingkan Bekasi karena lebih dekat dengan Jakarta dan infrastrukturnya juga semakin lengkap, seperti LRT dan akses tol,” tuturnya.

Untuk mempercepat perkembangan properti, saat ini pemerintah membangun enam infrastruktur penting di seputaran Bekasi. Berturut-turut adalah Patimban Deep Seaport yang nantinya membantu aktivitas ekspor dan impor di daerah tersebut. Lantaran merupakan pelabuhan dalam, kapal besar dapat langsung merapat dan tak lagi perlu melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Kedua, Kertajati International Airport. Lalu ada kereta api cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung. Moda transportasi ini akan membuat lama perjalanan Jakarta-Bandung hanya 39 menit. Adapun keempat dan kelima adalah light rail transport (LRT) Cawang-Bekasi Timur-Cikarang dan Automated People Mover (monorail). Dan terakhir, Jakarta Cikampek Elevated Highway.

<>LIPUTAN6/OKEZONE/01