• Revolusi Industri 4.0. -IST-
  • Revolusi Industri 4.0. -IST-
  • Revolusi Industri 4.0. -IST-

Revolusi Industri 4.0 Diyakini Mampu Membuka Banyak Lapangan Kerja Baru

Revolusi Industri 4.0 Diyakini Mampu Membuka Banyak Lapangan Kerja Baru

Thu, 04/05/2018 - 04:33
Posted in:
0 comments

Presiden Joko Widodo hari ini meluncurkan roadmap industri 4.0 sebagai pedoman RI menghadapi revolusi industri jilid 4, di Jakarta, Rabu (4/4).

Dalam sambutannya, Kepala Negara meminta Indonesia harus siap menghadapi era advanced robotics ini.

"Hari ini kita luncurkan program ini, menanggapi revolusi industri 4.0 yang sedang men-transform dunia. Ada riset yang mengatakan revolusi industri [4.0] dampaknya akan 3.000 kali lipat dari revolusi industri pertama di abad 19. Kita harus mengerti dan antisipasi ini," kata Jokowi.

"Riset lanjutan McKinsey di 2017 itu memprediksi akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia antara sekarang sampai 2030. Diambil alih robot dan mesin. Tapi yang ini saya engga percaya. Rada ga percaya," lanjut Jokowi.

Jokowi justru meyakini bahwa industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja daripada jumlah lapangan kerja yang hilang.

"Artinya revolusi industri 4.0 ini peluang besar kalau kita merencanakan, persiapkan dan antisipasi. Apakah ini ancaman? Ya dan tidak," kata Jokowi.

Revolusi Industri 4.0, kata presiden merupakan kombinasi dari beberapa hal yakni well computing: ratusan juta smartphone terkoneksi dan menyumbang data ke cloud seperti Google, Facebook, Amazon, Tencent dan Alibaba.

Kemudian Artificial Intelligence (AI), lalu Internet of Thing: Benda-benda di sekelililng kita semakin banyak yang connected to internet, tidak hanya smartphone.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan presiden selalu menantang kami untuk membuat roadmap terbaik menghadapi digital economy.

"Kami kerja sama dengan konsultan-konsultan riset asing seperti JICA dan A.T. Kearney. Hari ini kami serahkan roadmap [ke presiden]," jelasnya dalam sambutan pembukaan Industrial Summit di JCC, (4/4).

Ada pun yang ingin dicapai RI dengan adanya roadmap ini adalah turut menguasai bidang Internet of Things, big data, Artificial Intelligence, serta advanced robotics.

Dia mengatakan acuan Indonesia dalam menghadapi industri 4.0 adalah Thailand, Jerman dan India. Airlangga mengatakan lima sektor manufaktur yang disiapkan RI dalam revolusi industri ke-4 ini adalah makanan dan minuman, tekstil, otomotif, kimia dan elektronik.

Dia mengatakan, dalam roadmap bertajuk Making Indonesia 4.0 itu nantinya memuat 10 inisiatif nasional yang bersifat lintas sektoral untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur di Indonesia.

Di antara sepuluh inisiatif tersebut, mencakup perbaikan aIur aliran barang dan material, membangun satu peta jalan zona industri yang komprehensif dan lintas industri, mengakomodasi standar-standar keberlanjutan, memberdayakan industri kecil dan menengah, serta membangun infrastruktur digital nasionaI.

Kemudian, menarik minat investasi asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.

”Dengan adanya manfaat yang nyata, Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0 dan menjadikannya sebagai agenda nasional," ujar dia.

Sebagai informasi, Indonesia Industrial Summit 2018 akan dihadiri 1.200 peserta dari berbagai pemangku kepentingan, juga diIaksanakan diskusi mengenai sosialisasi konsep, potensi dan kesiapan implementasi Industri 4.0 pada Iima sektor yang menjadi percontohan.

Selain itu,  akan menampilkan pameran tematik yang menghadirkan industri pionir dalam implementasi revolusi industri tersebut.

Ada pun lima teknologi utama yang menopang implementasi revolusi itu adalah internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi printing tiga dimensi.

Untuk menarik minat investasi asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan juga akan terus dilakukan oleh pemerintah.

”Dengan adanya manfaat yang nyata, Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0 dan menjadikannya sebagai agenda nasional," tukasnya.

IIS 2018 ini juga akan dihadiri oelh 1.200 peserta dari berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, juga akan diIaksanakan diskusi mengenai sosialisasi konsep, potensi dan kesiapan implementasi Industri 4.0 pada Iima sektor yang menjadi percontohan. Kemudian IIS 2018 juga menampilkan pameran tematik yang menghadirkan industri pionir dalam implementasi Industri 4-0.

<>CNBC/VIVA/OKEZONE/01