Primary tabs

PPDB SMAN Kab/Kota Bekasi Kacau Ribuan Siswa Resah

BEKASI - Sudah tiga hari sejak dibuka dari tangga 6 Juni hingga sekarang sistem online  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur non akademik seperti jalur afirmasi RMP, afirmasi uu, afirmasi prestasi dan afirmasi MoU, kacau.

PPDB online itu sangat sulit diakses dan sistem sering eror. Diperkirakan ribuan calon siswa merasa resah di sejumlah SMA negeri dan  SMK negeri di Kab/Kota Bekasi. Karena, sistem PPDB online yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Padahal sistem tersebut mengandeng universitas ternama.

“Pendaftaran sistem online untuk tingkat sekolah menengah atas itu sangat lambat. Akibatnya, ribuan siswa yang hendak mendaftar dengan sistem online merasa resah. Mulai Kamis (8/6) untuk Kabupaten Bekasi sudah bisa daftar manual dengan syarat seperti pendaftaran online. Namun untuk Kota Bekasi kok kebijakannya berbeda atau sekolah belum menerima pendaftaran secara manual,” jelas pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo. 

Menurutnya, akibat sistem online mengalami kendala, maka para siswa lulusan SMP/sederajat dan orangtuanya mendatangi langsung SMA negeri dan SMK negeri yang menjadi tujuan untuk melanjutkan sekolah.

“Lantaran para lulusan SMP beserta orangtuanya kesulitan mendaftar melalui sistem online, maka mereka mendatangi sekolah seperti SMAN 1 Kota Bekasi, namun belum ada pendaftaran manual,”terangnya.

Sementara para siswa yang didampingi orangtua berharap dengan datang ke sekolah tujuan akan bisa mendaftar tercapai. Tapi sayangnya, keinginan siswa dan orangtuanya terbentur Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 74 (ayat 1 dan 2) dan Pasal 82 (ayat 1 dan 2) tentang Penerimaan Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Dasar/Menengah yang objektif, transparan, dan akuntabel harus melalui online.

”Sejak tadi pagi saya membuka website penerimaan online, tapi tidak bisa, sangat lama. Masa sampai dua jam tidak bisa-bisa. Akhirnya saya ke sini, disini (sekolah, Red),” ujar Didit yang juga mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi ke SMAN 1 Kota Bekasi. 
Dijelaskannya, sejak tiga hari lalu dirinya membuka website penerimaan siswa baru. Namun sistemnya sering eror, bagaimana bagi orangtua yang masih gagap teknologi. Panitia PPDB SMAN 1 Kota Bekasi, Chendra ketika ditanyakan hal tersebut, mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa karena sistem penerimaan online lambat. Akibatnya, sekolahnya diserbu siswa dan orangtua siswa yang hendak mendaftar ke sekolahnya.

”Ya sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (koorwil) dalam melayani PPDB offline ini. Intinya kami hanya ingin mempermudah masyarakat dan memperlancar,” katanya.

Dalam PPDB 2017-2018 untuk tingkat SMA/SMK menggunakan dua jalur yakni, akademik dan non akademik. Untuk jalur akademik di buka pendaftaran mulai tanggal 3 sampai 8 Juli 2017 mendatang. Sedangkan pendaftaran jalur non akademik dimulai tanggal 6 hingga 10 Juni 2017, dan pengumuman tanggal 16 Juni. Untuk jalur non akademik terdiri dari Apresiasi Prestasi 10 persen, siswa yang memiliki MoU 10 persen dan Afirmasi atau siswa tidak mampu 20 persen.

“Pokoknya kacau, bukan makin mudah setelah alih pengelola oleh pihak Provinsi Jabar, harus ada kebijakan darurat agar calon siswa dan orangtua murid tidak resah. Dari awal sudah minim sosialisasi sistem yang diterapkan juga tidak logis untuk kalangan awam malah tambah rumit,” pungasnya.***