• New Avanza. -IST-

Pertarungan Baru 2019; New Avanza, Xpander & Wuling?

Pertarungan Baru 2019; New Avanza, Xpander & Wuling?

Fri, 02/01/2019 - 02:28
Posted in:
0 comments

Berebut konsumen lewat tampilan, fitur, kekuatan brand, dan tentu saja harga.

PASAR mobil nasional 2018 sedikit mengalami kenaik-an dibanding tahun 2017. Pasar otomotif katagori MPV masih merajai.

Mitsubishi Xpander jadi benchmark baru di segmen paling gemuk yaitu low MPV. Sepak terjangnya sempat mengganggu pemimpin pasar, Toyota Avanza. Meski sempat terusik Xpan-der, pada akhirnya Toyota Avanza masih memimpin angka penjualan tahun 2018.

Avanza meraih angka penjualan terbanyak sepanjang 2018 dengan 82.167 unit, diikuti Mitsubishi Xpander di urutan kedua 75.075 unit. Demikian data penjualan yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pertengahan Januari 2019.

Persaingan Avanza dengan Xpander berlangsung cukup sengit sepanjang 2018, karena small MPV Mitsubishi itu pernah mengungguli penjual-an Avanza dalam beberapa bulan, kendati mobil sejuta umat Toyota itu kembali memimpin penjualan terutama menjelang akhir tahun 2018.

Pertarungan penjualan mobil di segmen low MPV (multi purpose vehicle) diperkirakan akan semakin seru pada tahun 2019 setelah Toyota menyegarkan tampilan Avanza pada pertengahan Januari, untuk bersaing dengan Mitsubishi Xpander, Suzuki All New Ertiga, Honda Mobilio, termasuk “saudara kembar” Daihatsu Xenia.

Segmen LCGC 7 penumpang juga mendulang penjualan yang lumayan melalui produk Toyota Calya sebanyak lebih dari 63 ribu unit, dan Daihatsu Sigra lebih dari 50 ribu unit sepanjang 2018.

Toyota Rush dan Honda HR-V menjadi dua model SUV yang berhasil menempati urutan 10 besar dalam penjualan mobil 2018. Begitu juga dengan kendaraan niaga Daihatsu Gran Max dan Suzuki Carry Pickup di peringkat delapan dan sembilan.

Secara nasional, penjualan mobil 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati penjualan tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit.

Grup Astra International melalui merek Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Peugeot, mendominasi separuh dari penjualan mobil sepanjang 2018, sebanyak 582.446 unit (market share 51 persen). Sedangkan produk dari merek non-Astra tercatat sebanyak 568.967 unit.

Lalu, di mana posisi Wuling yang belakangan jadi ‘buah bibir’ pecinta otomotif. Hadirnya Wuling tampak-nya memang tak bisa dianggap sepele. Pabrikan asal China itu telah menjadi magnet tersendiri untuk pasar otomotif di Indonesia.

Datang dengan menawarkan kenda-raan dengan value for money terbaik, Wuling telah merebut pasar dengan kendaraan murah serta fasilitas dan fitur mewah.

Lewat unit berlabel Confero, Wu-ling berhasil mencatatkan penjualan yang cukup baik. Penghujung 2018 lalu misalnya, Wuling malah berhasil menyalip penjualan Honda Mobilio dan Nissan Grand Livina.

Tahun lalu, Wuling bukan hanya ‘menyerang’ merk lain lewat Confero yang jadi booming, tapi juga dengan Cortez. Cortez LMPV premium malah sempat menempel angka penjualan Toyota Innova dengan perbedaan yang sangat tipis.

Diperkenalkan kepada pasaran pada Februari 2018 lalu. rupanya MPV yang digadang-gadang akan jadi penantang Kijang Innova ini cukup bagus dalam penjualannya. Cortez disukai karena kaya fitur mewah dan harganya sangat terjangkau. Bahkan, untuk spek tertingginya masih di bawah Nissan Grand Livina HighStar.

Konsumen Wuling Cortez melihat mobil ini harganya jauh lebih murah dibandingkan kendaraan serbaguna medium lainnya. Lebih dari itu, mobil ini menawarkan kesan mewah, mulai dari konfigurasi tempat duduk, aksen kayu pada dasbor, panel penga-turan AC digital, head unit 8 inci, tombol pengaturan di setir, banyaknya ruang penyimpanan hingga sunroof.

Fitur Cortez juga berlimpah, seperti electric parking brake, automatic vehicle holding (AVH), hill hold control (HHC), electronic stability control (ESC), traction control system (TCS), Isofix, tire pressure monitoring system (TPMS), immobilizer, dual SRS airbags, dan two side airbag baris pertama.

‘Serangan’ Wuling yang bertubi-tubi membuat para ‘pemain’ lama di industri mobil tanah air terus mawas diri, sebab, tidak tertutup kemungkinan pasarnya akan dikuasai pemain baru. Hadirnya Mitsubishi Xpander yang mengoyak pasaran Toyota Avanza harus dicermati sebagai ancaman yang tidak main-main.

Kini, sekalipun Toyota Avanza sudah hadir kembali dengan tampilan yang lebih fresh, toh banyak yang meragukan kehadiran New Avanza mampu mengembalikan konsumen yang sudah terlanjur berpaling ke merk lain. Namun, sebagian lagi optimis kuatnya brand Toyota akan dengan mudah menekuk lawan-lawannya.

Apalagi, menghadapi dominasi Xpander yang populasinya kian naik, bos Toyota di Indonesia tampak menanggapinya dengan adem-ayem saja. Ia menyebut itu sebagai terus meningkatnya pasar MPV, dan pasar Avanza terus bertumbuh. Toyota melihat Xpander bukan rivalitas.

Ketika Avanza tampilan barunya di 2019 ini dirilis, bos Mitsubishi Indonesia pun merespon dengan santun dengan memberikan ucapan selamat atas peluncuran New Avanza tersebut.

Respon itu di tengah keraguan sebagian pengamat otomotif yang menyebut perubahan kecil di New Avanza itu jauh di bawah ekspektasi pasar yang menganggap bakal kurang berdampak pada angka penjualan. Ini beda ketika Xpander muncul dan pasar langsung diwarnai ‘indent’ berbulan-bulan.

Lalu, mana yang akan jadi pilihan Anda? Semua tentu sangat tergantung pada kebutuhan dan selera Anda.

^^^BERBAGAI SUMBER/RIO M