Primary tabs

Mitsubishi Xpander yang Fenomenal

PASAR Multi Purpose Vehicle (MPV) yang belakangan ini dikuasai tiga pemain utama yakni Avanza-Xenia, Mobilio dan Ertiga dicoba digoyahkan dua pemain baru. Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S siap merebut dominasi pasar small MPV tersebut.

Di tengah pasar otomotif dunia yang masih lesu, bahkan di sejumlah negara Eropa terancam krisis, kedua merk asal Jepang dan China yang sama-sama punya pabrikan di Cikarang itu bersaing masuk pasar Indonesia dengan keyakinan mampu menguasai pasar.

Xpander datang dengan keunggulan tampilan yang mirip Pajero Sport dalam bentuk mini yang menjanjikan harga sangat kompetitif, sementara Confero S yang dari negeri Tirai Bambu China, selain punya tampang keren harganya jauh lebih ‘miring’ dibanding Avanza-Xenia, Mobilio, ataupun Ertiga.
Xpander akan dijual dengan kisaran harga Rp189 jutaan sampai yang tertinggi Rp246 juta, sementara Wuling Rp128,8 juta untuk spesifikasi terendah dan tertinggi Rp162,9 juta.

Kehadiran Xpander memang sudah ditunggu-tunggu. Sebab, lewat mobil ini Mitsubishi ingin menunjukkan kepada publik mampu menghadirkan sebuah kendaraan dengan konsep MPV, namun tidak meninggalkan unsur sporty. Dan dari tampilan yang sudah beredar di dunia maya, Mitsubishi tampaknya 80% dari XM Concepts yang ditawarkan dihadirkan dalam bentuk nyata kepada publik.

Sekilas tampilan desain Mitsubishi Xpander sangat mirip dengan sang ‘kakak’, Pajero Sport, namun hadir dalam versi yang lebih mini. Setidaknya ini terlihat mulai dari bonnet dinamic shield, meliputi grille memanjang plus lampu LED yang diteruskan ke sudut pilar A.
Dari sudut depan menyamping, keha-diran nuansa Pajero kembali benar-benar kentara, dipertegas dengan bentuk lekuk bodi dari bawah spion hingga lampu belakang. Termasuk fender roda belakang yang menggembung.

Pada bagian belakang, bumper nampak memiliki desain sederhana namun burit-an dilengkapi diffuser dan reflektor di bagian bawah. Lampu ekornya juga identik dengan generasi Pajero Sport, namun yang model lama. Mitsubishi sejauh ini memang menyatakan bahwa Expander menggabungkan elemen sebuah Sport Utility Vehicle dan MPV. Secara garis besar MPV ini terlihat “matang” dan desain keseluruhannya elegan.

Melirik pada bagian interior, MPV de-ngan kursi tiga baris dan dapat menampung tujuh penumpang tersebut mengusung layar hiburan yang cukup menarik. Roda kemudi berprofil tiga spoke, ada ventilasi AC. Keseluruhan tema interior yang dianut yakni dua warna, dengan sentuhan krem dan abu-abu. 
Pabrikan mengharapkan lewat MPV ini mampu memanjakan konsumen di Indonesia. Selain mampu membawa 7 penumpang dengan nyaman, kabin untuk barang bawaan juga cukup lega. Dan yang tak kalah penting, harganya sangat kompetitif dengan MPV lainnya.

Generasi terbaru mobil keluarga yang ditawarkan Mitsubishi juga terlihat memberi kenyamanan ruang dan utilitas cukup apik, melalui interiornya yang sangat bervariasi, akses mudah ke kursi baris ketiga dan nyaman. Kompartemen bagasi juga luas.

Performa Xpander juga sangat mumpuni karena didukung MIVEC 1,5 liter. Tenaga ditransmisikan ke roda depan melalui gearbox manual lima-kecepatan atau gearbox otomatis empat-percepatan. Expander juga dilengkapi tombol tanpa kunci, dan lampu depan akan menyala selama 30 detik setelah pengemudi keluar dari kendaraan.

Mitsubishi Xpander memiliki diameter yang terbilang besar, dengan panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm dengan ground clearance hingga 205 mm. Ground clearance itu 10 mm lebih rendah dari Toyota Fortuner, namun lebih tinggi dari mobil SUV seperti Ford Escape.
Sempurna? Ternyata tidak. Sebagian calon konsumen yang mencoba melihat ketidaknyamanan ketika duduk di balik kemudi, sudut pandang ke depan terlalu jauh. Ini tentu akan sangat mengganggu bagi mereka yang selama ini terbiasa mengendarai Toyota Avanza.

“Sayang ya, sudut pandangnya seperti sedan. Jadi, pandangan tak seleluasa seperti Avanza,” kata seorang pengguna Avanza yang semula akan mengganti kendaraannya dengan Xpander.

Sementara itu, Wuling Confero S, yang juga diproduksi di Cikarang menawarkan mobil tiga baris kursi dengan harga sa-ngat menggoda hanya Rp 128,8 juta dan untuk tipe tertingginya Rp162,9 juta.

Mobil yang di China dijual dengan nama Hongguang itu mengemas mesin empat silinder segaris, DOHC, D-VVT (Variable Valve Timing) yang menjanjikan tenaga 107 daya kuda (dk) pada 5.800 rpm dan torsi 142 Nm pada 3.800 - 4.400 rpm. 
Sayang, mobil China ini baru tersedia dalam transmisi manual dengan 5 percepatan. Ini beda dengan Xpander yang va-riannya lebih banyak dan tersedia dalam versi transmisi manual dan otomatis.

Wuling Confero S didukung fitur rem anti-lock braking system (ABS) dengan electronic brake force distribution (EBD), sistem pemantau tekanan udara pada ban, dual SRS Airbag di depan, kursi ISOFIX, auto door lock by speed, dan auto unlock collision. Dari sisi keamanan, mobil ini memiliki sistem keamanan kunci immobilizer, smart key, dan anti-theft system.

Di atas kertas, Confero memiliki fitur kenyamanan dan kemewahan yang tidak dimiliki oleh duet Avanza-Xenia. Meski demikian, Avanza-Xenia memiliki reputasi sebagai mobil  yang telah teruji selama nyaris 15 tahun.

Sejarah mencatat Avanza-Xenia yang dikenal dengan kendaraan sejuta umat itu selalu terdepan. Angka penjualannya sejak diluncurkan pertama kali tahun 2004 sampai 2017 ini sudah mencapai 1,4 juta unit.

Sementara itu penantangnya satu per satu justru berguguran. Sebut saja Nissan Livina yang pada 2009 dengan gagahnya menyebut diri sebagai penantang belakangan mulai kehilangan gairah berproduksi. Dari 2009-2017 menurut data Gaikindo, Livina yang terjual hanya 216.000 unit.

Suzuki Ertiga yang juga jadi penantang berikutnya juga belum mampu menan-dingi kedigdayaan Avanza.

General Motor yang merilis Opel Blazer sejak 2016 lalu malah sudah ‘KO”.

Yang masih tangguh mungkin Honda Mobilio yang sejak 2004 lalu hadir dan tiap tahun mencatatkan angka penjual-an sampai tahun ketiga produksinya sudah mencatatkan penjualan lebih dari 160.000 unit unit.

Kalau penjualan Xpander dan Confero nantinya bagus, boleh jadi hanya sebatas penantang utama. Mereka cuma akan menggantikan posisi Mobilio atau Ertiga yang kini sebagai penantang utama Avanza. Namun, untuk mengalahkan pamor Avanza tentu waktulah yang akan menjawab.

Untuk mengurangi pasar tergerus lebih dalam, Toyota sudah menyiapkan Toyota Voxy yang asli diimpor dari Jepang dalam bentuk CBU. Sayang, Voxy sekilas mirip Toyota Nav1 ini mematok harga Rp450 jutaan yang jelas pasarnya sangat berbeda dengan Avanza. Itu pun stoknya, menurut para sales Toyota, baru tersedia sekitar Oktober mendatang.

Kenyataan ini tampaknya bakal membuat Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S bakal melenggang dengan leluasa menerobos dan menggerus dominasi pasar Toyota. Tapi, bisa juga kenyataan bisa sebaliknya -- sama yang dialami para penantang Avanza terdahulu lainnya.
 BBS/MAR