• Pengurus baru DPC PDIP Kota Bekasi. -WARTAKOTA-

M Tri Ancang-ancang Pilkada 2023, Konfigurasi Politik Berubah

M Tri Ancang-ancang Pilkada 2023, Konfigurasi Politik Berubah

Tue, 07/16/2019 - 07:10
Posted in:
0 comments

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono resmi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Bekasi.

Padahal belum genap dua tahun Tri yang menggunakan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politiknya untuk maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi periode 2018-2023 pada 27 Juni 2018 lalu.

Langkah Tri Adhianto ada yang menyebut sebagai kutu loncat. Namun dia membantah memberikan mahar atas kepindahannya dari PAN ke PDI Perjuangan tersebut.

Meski para kader banteng sebagian menolak, namun M3 akan memuluskan langkahnya berkarir politik maju Pilkada 2023.

"Konfigurasi politik di Kota Bekasi langsung berubah, karena PDIP masuk gerbong pemerintahan. Pastinya PDIP yang berhasil meraup 12 kursi DPRD pinleg 2019, akan menyokong dan mengawal program pemerintahan daerah hingga 2023," jelas Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurutnya, sejak pra pilkada tahun lalu, M3 sudah ingin masuk kandang banteng. Namun, DPC PDIP mengajukan calon tunggal Mochtar Mohamad (M2). DPP PDIP menolak nama M2 hingga akhirnya merekomendasi Sumiyati- Lilik Haryoso sejam sebelum tutup pendaftaran pasangan calon. Entah kenapa akhirnya PDIP tidak mengajukan pasangan calon dan mengalihkan dukungan ke Rahmat Effendi-Tri Adhianto.

"M3 harus terus mau mengkolaborasikan perpolitikan dan harus terus belajar banyak kepada Rahmat Effendi. Menunjukan kinerja pemerintahan yang harmonis dan saling melengkapi. Jangan ada friksi 'ban serep'. Jabatan Ketua DPC justru memperkuat fortofolio politik. Nanti jangan tergiur godaan perpecahan di tengah jalan," harapnya.

Konfigurasi perpolitikan lokal jelang 2023 lanjut Didit Susilo lebih ditentukan perjalanan karir politik M3, karena Rahmat Effendi sudah tidak bisa mencalonkan kembali. Sedangkan perjalanan panjang selama 4 tahun itu, apapun bisa terjadi. Termasuk kekuatan pendukung Pilpres Prabowo yang memiliki basis kekuatan politik signifikan dan menang di Kota Bekasi dua kali helatan Pilpres.

"Terus terang kalau M3 kepingin besar ya harus banyak belajar dengan Walikota Rahmat Effendi. Ini fakta rielnya dan ujian perjalanan harmonisasi ke depan," kata Didit.***