• Penyalahgunaan narkoba. -ILUSTRASI-

IPW Minta Kapolda Usut Tuntas Dilepasnya 2 Pegawai PDAM Tirta Patriot Pengguna Narkoba

IPW Minta Kapolda Usut Tuntas Dilepasnya 2 Pegawai PDAM Tirta Patriot Pengguna Narkoba

Wed, 10/16/2019 - 00:46
0 comments

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolda Metro Jaya turun tangan untuk mengusut kasus dipulangkannya dua pegawai PDAM Tirta Patriot yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba.

Neta menggambarkan dalam acara 'The Police' yang ada di televisi, setiap menemukan anak-anak muda yang mencurigakan, anggota polisi yang sedang patroli malam hari itu selalu melakukan tes urin.

Jika hasil tes urinnya positif, anak-anak muda itu dibawa ke kantor polisi meski tanpa barang bukti, namun tetap diproses.

"Jika ada kasus seperti dua pejabat PDAM Kota Bekasi yang terjaring operasi dan tes urinnya positif narkoba tapi dilepas oleh pihak Polres Metro Bekasi Kota dengan alasan tidak ada barang bukti, ini jelas sangat mencurigakan dan bertolak belakang dengan acara Polri di televisi," kata Neta kepada Koran Bekasi saat dihubungi, Jumat (11/10).

Menurut Neta dengan adanya hasil tes urin, Polres sudah punya satu alat bukti dan tinggal mencari satu alat bukti lagi untuk menjadikannya tersangka.

"Misalnya pengakuan pemakai dan temannya, bong atau alat-alat yang digunakan dan penggeledahan ke rumah pemakai. Serta mengejar pemakai dari siapa dia mendapatkan narkoba yang dipakainya," tegas Neta seperti dilansir Koran Bekasi.

Hal tersebut menurut Neta merupakan standar operasional polisi dalam menangani kasus narkoba.

"Jika semua itu tidak dilakukan dan Polres melepaskan begitu saja pemakai dengan alasan tidak ada barang bukti, ini menjadi sangat aneh. Kenapa Polres menjadi tidak profesional. Apa polres takut dengan kedua pejabat itu? Atau ada hal-hal lain. Untuk itu Kapolda Metro Jaya harus turun tangan mengusut kasus ini," pungkas Neta.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota telah menggelar operasi nila. Dari hasil ungkap kasus operasi nila 2019 terdapat Laporan Polisi (LP) sebanyak 44 kasus dan 50 tersangka. Dari 44 kasus tersebut Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengamankan barang bukti 1,31 kg shabu dan 8,11 gram heroin.

Dalam operasi tersebut, Polres Metro Bekasi Kota juga mengamankan dua orang yang berdasarkan informasi salah satunya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di PDAM Tirta Patriot. Keduanya dijaring petugas saat sedang berada di tempat hiburan karaoke keluarga di daerah Bekasi Selatan.

Setelah dilakukan tes urin keduanya dinyatakan positif narkoba. Meski berdasarkan test urin positif narkoba, keduanya tidak ditahan karena tidak ditemukan barang bukti.

Indarto mengatakan kedua pegawai tersebut hanya diberikan rekomendasi rehabilitasi.

"Tanya kasat narkoba ya detailnya. Tapi setahu saya memang untuk positif urin tanpa ada BB itu nggak bisa dipidana. Paling hanya rekomendasi rehabilitasi. Tapi jelasnya coba tanya Kasat narkoba aturannya. Itu bukan pejabat jangan di buat seolah pejabat ya. Itu karyawan biasa," pungkasnya.

Sementara itu Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya membenarkan ada pegawai PDAM Tirta Patriot yang terjaring operasi nila. Uci juga tidak menampik pegawainya merupakan PPK di instansinya.

'Iya betul," kata Uci.

Ia menambahkan, saat ini PDAM TP sudah menjatuhkan sangsi berat terhadap yang bersangkutan.

"Persoalan dia merupakan PPK atau tidak, tidak ada hubungannya sebab itu kembali terhadap dirinya sendiri karna terbukti menyalah gunakan narkotika melalui tes urin yang dilakukan oleh tim saat operasi nila berlangsung disalah satu tempat karaoke. Semua sudah melalui pemeriksaan dan segala macam, sehingga sangsi yang diberikan mengacu terhadap aturan yang berlaku," tutup Uci.

//KOBEK/M-01