• Ahmad Irfan. -PIKIRANRAKYAT-

Ingin Pembaruan, Dirut BJB Dicopot

Ingin Pembaruan, Dirut BJB Dicopot

Wed, 12/12/2018 - 01:56
Posted in:
0 comments

UNTUK penyegaran sekaligus mendukung visi misi Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang baru, jajaran pemegang saham mencopot Direktur Utarama Bank Jabar, Ahmad Irfan.

Posisinya akan digantikan Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko BJB, Agus Mulyana (rangkap jabaran dengan Direktur Kepatuhan), sementara Direktur Retail akan merangkap tugas direksi lain.

Demikian antara lain hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel Aryaduta Bandung yang antara lain dihadiri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil selaku wakil pemegang saham Pemprov Jabar.

Meski sudah diberhentikan, Ahmad Irfan tetap punya hak untuk mengikuti proses penjaringan direksi baru yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. “Kami persilakan direksi eksisting untuk ikutan lagi,” kata Kang Emil.

Ridwan Kamil mengatakan, pemegang saham menitipkan visi baru untuk Bank BJB dengan penguatan sebagai bank pembangunan. “Di negara lain pembangunan itu gak hanya dari APBD, (juga) pinjam dari bank, mumpung kita punya bank sendiri yang didirikan sesuai visi misi daerah, jangan kehilangan khitahnya karena asik yang positif, lupa ada kebutuhan kita. Daerah masih miskin, infrastruktur masih jelek,” kata dia.

Kinerja kredit Bank BJB saat ini mendapat porsi besar untuk kredit konsumer. “Bank BJB sudah keren untuk konsumer, 60 persen konsumer banking. Tapi kota-kota dan kabupaten ini butuh pinjaman BJB untuk membangun pasar, jembatan, dan lain-lain, selama ini kurang. Padahal dulu sejarahnya Bank Pembangunan Daerah,” kata Ridwan Kamil.

Berdasarkan catatan Ridwan Kamil, dari 100 persen kegiatan BJB kurang lebih hanya 5 persen saja pendanaan yang menyentuh sektor UMKM. Padahal ekonomi Jawa Barat ditopang salah satunya oleh sektor UMKM.

“UMKM ini punya peluang yang besar. Sayang, kurang dioptimalkan. Dari 100 persen kegiatan BJB, kredit UMKM-nya hanya 5 persenan sekian saja. Padahal 60 persen ekonomi Jawa Barat ini sisi utamanya di UMKM,” kata Ridwan Kamil.***