• -IST-

Zuckerberg Bela Rencana Mata Uang Kripto Facebook di Kongres

Zuckerberg Bela Rencana Mata Uang Kripto Facebook di Kongres

Fri, 10/25/2019 - 04:51
0 comments

CEO Facebook Mark Zuckerberg, Rabu (23/10), menjawab pertanyaan sejumlah anggota Kongres selama berjam-jam ketika ia membela proyek baru perusahaan itu untuk menciptakan mata uang digital, sementara berurusan dengan meluasnya pengawasan dari regulator di Amerika.

Anggota-anggota Kongres itu juga menanyai Zuckerberg tentang rekam jejak Facebook pada isu hak-hak sipil, pernyataan bernada kebencian, privasi dan disinformasi. Hal itu tidak mengherankan mengingat banyaknya skandal yang telah dihadapi Facebook selama dua tahun terakhir ini.

Fokus utama Komite Layanan Keuangan DPR adalah rencana Facebook untuk mengeluarkan mata uang yang disebut ‘’Libra.’’

Zuckerberg bersusah payah meyakinkan para anggota Kongres bahwa perusahaannya tidak akan mewujudkan “Libra” tanpa persetujuan langsung dari seluruh regulator keuangan Amerika.

Meskipun demikian banyak anggota panel itu yang tidak yakin dengan jawaban Zuckerberg.

Mata Uang Digital Libra

Sebelumnya banyak diberitakan bila Facebook bakal meluncurkan uang digital Libra. Mata uang digital Libra yang diupayakan Facebook ditujukan pada sebuah pasar besar dan berpotensi untuk layanan finansial.

Pasar itu adalah negara-negara berkembang, dimana milyaran penduduk di India dan Sub-Sahara Afrika dihadapkan kepada layanan finansial langka dan banyak orang masih belum memanfaatkan akun bank yang tradisional.

Di negara berkembang, puluhan juta orang masih tinggal jauh dari sebuah bank atau pusat transfer uang, atau menggunakan sebuah mata uang yang peka terhadap inflasi dan gejolak pasar. Libra akan mampu mengatasi isu ini dengan menyediakan sebuah mata uang yang universal dan stabil serta mudah ditransfer diantara orang atau bisnis tanpa melibatkan pembentukan sebuah infra-struktur pembayaran. Sistem ini juga bisa dioperasikan dengan biaya lebih rendah.

Dalam decade terakhir, warga dari negara-negara berkembang sudah memanfaatkan ponsel untuk menyimpan uang, mengirim pembayaran berdasarkan pesan teks kepada bisnis atau orang. Langkah ini dipuji secara luas di kalangan penyusun kebijakan dan lembaga nir-laba yang berupaya mengentaskan kemiskinan karena akun bank sulit dibentuk atau terlalu mahal.

Tetapi sistem pembayaran ini acapkali dibatasi oleh jenis operator telepon seluler.

Libra berpotensi mengatasi masalah ini dengan menciptakan sebuah mata uang universal yang bisa digunakan oleh berbagai jejaring ponsel dan lintas perbatasan.

Juga isu biaya, yang oleh Bank Dunia dikutip sebagai isu terbesar dengan sistem finansial di luar pasar negara maju. Kata Facebook, Libra akan melibatkan biaya hampir nol.

Vodaphone, operator telepon seluler berbasis di Eropa, punya kehadiran luas di Afrika dan negara-negara berkembang lainnya. Vodaphone menilai Libra akan memberdayakan pelanggannya mengirim uang lintas perbatasan dengan biaya jauh lebih murah.

Vodaphone dan lembaga nir-laba yang memanfaatkan Libra seperti Mercy Corp dan Women’s World Banking mengatakan, mereka bergabung guna menjamin mereka tidak ketinggalan kalau Libra nanti berkembang sebagai metode pembayaran yang dipakai secara luas. [jm]

[//VOA/01]