• Film "Terimakasih Cinta". -IST-

Jangan Cuma Nyinyir, Yuk Nonton Film “Terimakasih Cinta”

Jangan Cuma Nyinyir, Yuk Nonton Film “Terimakasih Cinta”

Thu, 01/17/2019 - 06:38
Posted in:
0 comments

FILM Terimakasih Cinta (TC)  tayang di bioskop 17 Januari 2019 seolah mendapat ‘promosi grais’ dengan munculnya ribuan cuitan netizen di akun gosip Lambe Turah.

Film yang mengambil setting 70 persen di Kota Bekasi seperti SMAN 1 dan RSUD dr Chasbullah itu memantik kehebohan karena adanya imbauan agar para PNS dan TKK (tenaga kerja kontrak) di Kota Bekasi menyaksikan film tersebut dengan tiket Rp50 ribu.

Persoalan kemudian memanas, karena imbauan yang kadang bisa ditafsirkan semacam sedikit memaksa itu melibatkan para TKK yang gaji 2018 lalu masih belum dibayar.

Imbauan itu bisa dianggap wajar bagi sebagian warga, karena di dalam film itu ada dua sosok yang ikut punya andil, istri Wakil Walikota bersama puterinya, dan juga puteri Walikota Bekasi sebagai pemainnya. Malah, produser film itu juga anak Walikota Bekasi.

Masuknya bumbu politik ini tiba-tiba memancing kegaduhan. Tersinggung dengan kaitan gaji TKK yang belum dibayar, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi langsung memerintahkan per 17 Januari gaji pegawai tidak tetap itu untuk segera dicairkan.

Optimis dengan Lupus

Film TC diadaptasi dari novel yang berjudul 728 hari karya Djono Oesman. Diambil dari kisah nyata gadis belia Eva Meliana Sari yang diperankan Putri Malino. Eva dalam kisahnya berjuang melawan penyakit Lupus yang menyerang kekebalan tubuh dan juga harus terus optimis melewati masa remaja bersemangat hidup.

Menjadi daya tarik tersendiri dan masuk menjadi isu politik, karena film TC diproduseri oleh putri Walikota Bekasi, Ade Puspitasari yang juga seorang calon legislatif (caleg).

Putri Walikota Bekasi lainnya, Bunga Jasmine Azalea juga ikut memerankan sebagai adik Eva. Putra bungsu Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, yaitu AZ Bintang Kamil juga menjadi ' bintang' berperan sebagai adik bungsu, Eva.

Polemik yang muncul pro dan kontra dalam dunia intertaiment justru malah menjadi sarana promosi gratis melambungkan film TC untuk menjadi tontonan epik drama yang akan mengaduk aduk emosi penonton dan hujan air mata.

Di tengah kehausan tontonan yang mengedukasi dan industri perfilman nasional lesu darah. Sebagai warga Bekasi seharusnya bangga dan mengapresiasi kehadiran film drama keluarga TC. Wajah wilayah Kota Bekasi masa kini akan terlihat dalam film tersebut. Kota metropolitan sedang ini akan semakin dikenal dan terus menjadi tujuan investor. Bukan dikenal karena seringnya di-bully keburukannya namun juga mampu melesat menjadi kota maju dan kreatif.

Kota Bekasi yang minim destinasi pariwisata, harus mampu mengimbangi tuntutan hiburan yang mengedukasi salah satunya ikut berperan mendorong industri perfilman.

Jika film ini mampu merebut hati penonton film, secara tidak langsung Kota Bekasi makin terangkat baik nasional bahkan internasional.

Pro dan kontra dalam era digital informasi itu biasa, tapi untuk terus kreatif dan keren itu perlu terobosan yang luar biasa.

Jangan nyinyir terus, Nyok nonton sekaligus refreshing cari hiburan!!.

Didit Susilo, Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi