• Pelaku prostitusi. -IST-

Heboh Prostitusi Online, ‘Hidung Belang’ Kok Selalu ‘Aman’ ya?

Heboh Prostitusi Online, ‘Hidung Belang’ Kok Selalu ‘Aman’ ya?

Mon, 01/07/2019 - 03:14
Posted in:
0 comments

Prostitusi dari dulu memang selalu sexy jd bahan berita. Apalagi kalo itu dilakukan kalangan artis alias selebriti.

Di luar jualan narkoba, artis memang selalu menarik jadi obyek berita, apalagi ketika berita itu berjudul ‘menjual’ diri alias melacur, pekerjaan kotor yang sangat bertentangan dengan norma agama dan sosial.

Boleh jadi oknum artis yang melakukan itu sekadar tuntutan agar periuk nasi tetap ngebul, namun ada pula yang sengaja melakukannya demi memenuhi gaya hidup yang sudah terlanjur tinggi.

Celakanya, dari masa ke masa aparat hukum tidak pernah tegas menindak jaringan prostitusi ini. Kesan hangan-hangat tahi ayam selalu terjadi. Bahkan, tidak jarang hanya dijadikan semacam komoditi promosi dari institusi yang menangkapnya dengan cara memblow-up sedemikian rupa di banyak media.

Setidaknya kasus VA dan AS yang ditangkap di Surabaya kembali mengarah pada kasus-kasus serupa di masa lalu. Yang ditangkap hanya perempuan dan germonya, sementara si ‘hidung belang’ yang rata2 kaum berduit jarang sekali sampai ikut dibawa ke meja hijau. Padahal, antara germo, pelaku dan korban sebenarnya satu paket hukum, karena masing-masing saling terkait.

Semoga dalam kasus prostitusi artis online di sebuah hotel di Surabaya benar-benar menjadi awal bagi aparat untuk memberangus praktik jual-beli ‘kenikmatan’ yang selama ini disebut-sebut punya jaringan luas di sejumlah kota besar.

Para oknum pejabat, pengusaha, dan orang2 berduit memang paling bangga kalau mendapatkan pasangan ‘ngamar’ artis muda, cantik dan ngetop lagi. Tapi, kalau praktik kotor ini terus didiamkan tentu akan jadi ‘virus’ bagi artis lain yang tengah sepi ‘job’ main sinetron, model, ataupun kegiatan lain di panggung hiburan. Kasihan, para artis yang telah bersusah payah menghadirkan akting yang baik, ladang keartisannya dikotori oleh segelintir oknum tak bertanggungjawab yang hanya menjadikan keartisan sebagai penglaris jualan nafsu.

Ketua organisasi keartisan memang tengah mendekam di bui karena berbagai kasus. Dunia sinetron pun disebut-sebut sedang ‘lesu darah’ menghadapi drama2 Asia lain yang lebih menarik. Namun, melacurkan diri demi sesuap nasi dan gaya hidup hedonis tentu sungguh sangat memuakkan di tengah upaya pemerintah ingin mengangkat harkat dan martabat warganya.

#001