• Huawei. -IST-
  • Huawei. -IST-
  • Huawei. -IST-

Google akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei

Google akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei

Mon, 05/20/2019 - 07:23
Posted in:
0 comments

DITUDING jadi alat mata-mata, pabrikan smartphone Huawei asal China resmi diblokir Amerika Serikat. Dampak dari pemblokiran ini Huawei tidak lagi bisa menggunakan OS Android untuk perangkat-perangkat terbaru buatannya.

Sangsi ini membuat Huawei tidak lagi bisa menggunakan AOSP (Android Open Source Project) yang artinya perangkat bikinan Huawei nantinya tidak bisa lagi menggunakan layanan servis dari Google untuk platform Android, termasuk Google Play Store, Google Mail, Youtube dan lainnya.

Jadi bukan tidak mungkin perangkat terbaru Huawei nanti tidak lagi menggunakan OS Android. Dan untuk smartphone yang sudah ada saat ini seperti Mate 20 atau P30 series tidak akan lagi mendapat update OS atau pun security update.

Hingga saat ini Huawei masih dicap sebagai “kaki tangan” pemerintah China yang bisa membahayakan Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump mengindikasikan Huawei melakukan kegiatan memata-matai Amerika Serikat melalui perangkat dan layanan buatannya.

Sebagai langkah antisipasi, sebelumnya Huawei juga sudah mulai mengembangkan sistem operasi buatannya sendiri apabilan benar-benar tidak boleh lagi menggunakan Android atau bahkan Windows Phone sekalipun. Namun belum diketahui bakal seperti apa OS buatan Huawei tersebut dan kapan siap digunakan.

Huawei dikabarkan telah menyiapkan sebuah "rencana B" yakni dengan membuat serta mengembangkan teknologi sendiri, seandainya Huawei diblokir dari penggunaan Android.

Menurut salah satu petinggi Huawei, Eric Xu, siapa pun sejatinya berhak mendapatkan dan mengembangkan Android karena Android merupakan sistem operasi terbuka yang berbasis komunitas. "Apa pun yang terjadi, Android tidak memiliki hak hukum untuk memblokir perusahaan mana pun untuk dapat mengakses lisensi open-source," kata Eric.

Meski Huawei memiliki rencana lain, menurut peneliti dari lembaga riset pasar CCS Insight, aturan yang diberlakukan pemerintah AS ini akan tetap berdampak signifikan pada lini bisnis smartphone Huawei, khususnya untuk wilayah Eropa.

"Memiliki aplikasi-aplikasi tersebut, sangat penting bagi produsen ponsel pintar agar tetap kompetitif di wilayah semisal Eropa," ungkap Geoff Blaber, Vice President Research dari CCS Insight.

Huawei sendiri baru saja dimasukkan ke dalam blacklist sebagai brand yang terlarang dalam urusan perdagangan. Pemerintah AS tak hanya memasukkan nama Huawei, ada pula sebanyak 70 afiliasi Huawei yang ikut serta dimasukkan ke dalam daftar hitam bernama "entity list" tersebut.

//VERGE/DROIDLIME/kompas/01