• Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-
  • Bandara YIA Kulonprogo, DIY. -IST-

Fasilitas Mewah Bandara YIA Kulonprogo, Punya Runway Terpanjang hingga Masjid Berkonsep Unik

Fasilitas Mewah Bandara YIA Kulonprogo, Punya Runway Terpanjang hingga Masjid Berkonsep Unik

Thu, 05/02/2019 - 08:51
Posted in:
0 comments

Bandara Internasional Yogyakarta yang baru atau Yogyakarta International Airport (YIA) yang berlokasi di Temon, Kabupaten Kulonprogo memiliki sejumlah fasilitas mewah.

Bandara YIA Kulonprogo ini disebut-sebut memiliki sejumlah fasilitas lengkap yang menunjangnya sebagai bandara bertaraf internasional.

Bandara YIA Kulonprogo memiliki landas pacu (runway) terpanjang, terminal penumpang megah, hingga masjid dengan konsep unik.

Bandara YIA Kulonprogo sendiri dijadwalkan bakal segera beroperasi, meskipun dalam taraf atau sistem operasional minimum.

Penerbangan pertama yang akan beroperasi di bandara baru Yogyakarta ini adalah untuk penerbangan domestik.

Bandara baru Yogyakarta ini disebut-sebut memiliki landasan pacu terpanjang dan keras dibanding bandara lain, yang ditangani Angkasa Pura I.

Berikut ulasan seputar sejumlah fasilitas yang ada di Bandara YIA Kulonprogo, seperti yang dihimpun reporter Tribunjogja.com.

Runway

Bandara ini disebut-sebut memiliki landasan pacu (runway) terpanjang dan terkeras di antara bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I.

YIA dibangun dengan landasan pacu sepanjang 3.250 meter dan lebar 75 meter pada fase pertamanya.

Sedangkan pada pengembangannya ke depan, runway itu bakal diperpanjang lagi hingga mencapai 3.600 meter di fase kedua pembangunannya (ultimate).

Di fase pertamanya saja, landasan pacu Yogyakarta International Airport sudah jauh lebih panjang dari mayoritas bandara yang dikelola AP I di mana rata-rata hanya sepanjang 3.000 meter atau justru di bawahnya.

"Runway YIA jadi yang terpanjang di bandara yang dikelola AP I. Saking panjangnya, pesawat tidak perlu langsung brake (mengerem) mendadak ketika touchdown (mendarat). Jadi, pendaratannya akan sangat mulus di sini," kata Juru Bicara Proyek Pembangunan YIA PT AP I, Agus Pandu Purnama, Jumat (26/4/2019).

Kondisi pengereman secara cepat dan mendadak lumrah terjadi di Bandara Adisucipto Yogyakarta karena landasan pacunya terbilang pendek, hanya 2.200 meter.

Mau tak mau, pilot harus segera melakukan pengereman begitu roda pesawat menyentuh aspal runway.

Hal ini menimbulkan sensasi hentakan yang dirasakan penumpang dalam kabin pesawat.

Sensasi hentakan itu menurut Pandu tidak akan dirasakan penumpang ketika mendarat di YIA.

Jika boleh dibandingkan, panjang landasan Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini hanya 3.000 meter.

Meski sedang diperpanjang menjadi 3.400 meter, panjang runway salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu masih di bawah YIA ketika sudah masuk pembangunan fase dua nanti.

Demikian juga Bandara Frans Kaseippo di Biak Papua yang berlandasan pacu sepanjang 3.500 meter.

Yogyakarta International Airport ini ke depan kiranya bakal setara dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng yang punya panjang landasan pacu 3.600 meter.

Juga, menjadi satu di antara bandara berlandasan pacu terpanjang di Indonesia, setelah Bandara Internasional Kuala Namu Sumatera Utara (3750 m) dan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam ( 4,025 m).

Kualitas

Pandu menyebut, runway bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport ini  juga punya kualitas sangat keras dengan ketebalan di tingkat pavement classification number (PCN) atau tingkat ketebalan landasan level 100.

Dengan level PCN yang tinggi, pesawat terberat di dunia saat ini menurut Pandu sangat mungkin untuk mendarat di YIA.

"Pesawat terlebar juga bisa mendarat di YIA karena lebar landasan pacunya 45 meter ditambah bahu kanan kiri 15 meter sehingga total lebarnya jadi 75 meter. Sangat lebar dan leluasa untuk pesawat besar," kata Pandu.

Terminal Penumpang

Luasan terminal penumpang di NYIA mencapai 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto

Pada tahap awal, bandara ini akan dioperasikan untuk penerbangan domestik yang didukung dengan bangunan terminal seluas 12.920 meter persegi.

Ada pun pada akhir fase 1 pembangunan YIA secara keseluruhan yang ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2019 nanti,

Terminalnya seluas 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

Ada tiga maskapai dengan lima rute penerbangan domestik yang menurut AP I sudah berminat dan siap mengoperasikan pesawatnya di YIA.

AP I dan Kementerian Perhubungan sedianya akan menggelar joy flight sekaligus ujicoba pendaratan pesawat berpenumpang.

Pesawat yang akan digunakan merupakan milik maskapai Garuda Indonesia meski belum diketahui jenisnya.

Project Manager Pembangunan YIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi menyebut, perkembangan fisik bandara untuk persiapan operasi penerbangan perdana sudah sepenuhnya siap.

Fasilitas airside (sisi udara) seperti landasan pacu, taxyway, dan apron sudah rampung serta telah dipasang garis marka maupun sistem tata lampu.

Masjid Eco Green

Pembangunan masjid ini menjadi bagian dari rencana pembangunan dan pengoperasian bandara baru tersebut.

Masjid dipandang sebagai unsur penting yang harus diprioritaskan pembangunan dan penggunaannya sekalipun fasilitas utama bandara belum sepenuhnya rampung.

Hal ini menurut Faiq karena AP I menginginkan ada fasilitas yang mendukung kegiatan masyarakat di sekitar bandara.

"Memang kami niatnya ingin agar keberadaan bandara ini membawa manfaat positif bagi masyarakat sekitar. Alhamdulillah, sebelum bandaranya jadi, masjidnya sudah kita resmikan terlebih dulu," kata Faik seusai peresmian.

Kompleks Masjid Al Akbar ini terletak di utara bangunan terminal dan gedung perparkiran bandara itu.

Memiliki keluasan sekitar 760 meter persegi dan mampu menampung minimal 600 jamaah di bagian dalam bangunannya yang berkonsep terbuka dan eco-green (ramah lingkungan).

Desain fisiknya berupa sebuah kubah dengan corak warna hijau dan puti serta dihiasi panel dinding bermotif batik kawung khas Yogyakarta.

Ruangannya cenderung terbuka sehingga memungkinkan cahaya alami matahari dan angin masuk menyejukkan ruangan.

Faik menyebut, desain masjid dibuat unik dan berbeda dari masjid di bandara lainnya.

Konsepnya dibikin harmonis dengan kondisi alam dan lingkungan sekitarnya.

Diharapkannya masjid ini bisa menjadi ikon bandara baru itu ke depan.

"Bentuk dan desainnya bisa mencerminkan imeh bandara kita ke depan. Bukan hanya tempat naik turun pengguna pesawat tapi juga berdampak positigf bagi masyarakat sekitar. Adanya bandara pasti membawa dampak modernisasi dan masyarakat perlu dikuatkan rohaninya," kata Faik.

"Masjid ini sifatnya terbuka, tidak eksklusif. Benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat," kata Faik.

Slot Penerbangan

PT Angkasa Pura I menyebut minat maskapai penerbangan untuk mengoperasikan penerbangan domestik melalui Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo cukup tinggi.

Hal itu menjadi satu di antara alasan pemilihan rute domestik pada pengoperasian perdana YIA pada akhir April 2019 ini.

Juru Bicara Proyek Pembangunan YIA PT AP I sekaligus General Manager Bandara Adisucipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan pihaknya langsung menawarkan potensi slot penerbangan domestik kepada sejumlah maskapai setelah ada kepastian bahwa penerbangan internasional dari dua maskapai itu urung dilaksanakan.

Izin slot domestik itu juga telah diajukan ke Kementerian Perhubungan dan kini tengah dalam proses untuk persetujuannya.

"Setelah mereka (maskapai internasional) menyatakan belum siap, kami menawarkan kepada domestik dan Alhamdulillah minatnya tinggi. Ada tiga maskapai yang berminat dan ini yang kita tangkap. Insyaallah dalam waktu dekat ada informasi soal izin slotnya," kata Pandu, Kamis (25/4/2019).

Ketiga maskapai itu yakni Garuda Indonesia Group, Lion Air Group, dan Air Asia Indonesia yang akan membuka rute baru melalui YIA.

Garuda Indonesia dan Air Asia Indonesia akan membuka penerbangan destinasi Jakarta sedangkan Lion Air Group akan membuka rute Balikpapan, Bali, dan Batam. (*/tribunjogja.com/01)