Bekasi News

Tak Ada yang Peduli, Ratusan Pot Bunga Jembatan Layang Kranji Merana

Sejumlah pot malah dipenuhi botol plastik bekas minuman. Bayangkan, berapa ratus juta APBD digelontorkan buat keasrian ini. Tapi, sebesar apa pun duit rakyat yang digunakan rasanya akan terus menjadi sia-sia ketika kepedulian dari aparat dan warga sekitar juga nihil. Dinas/instansi terkait yang harusnya terdepan peduli kalau kembang2 cantik itu sampai musnah ternyata malah tidak pernah hadir di sini. Seolah semua masa bodo.... Jadinya, ya seperti ini... Mrk seperti cuma pengin ada uang segar baru dr APBD buat pengadaan tanaman baru...

Kunjungi China, Walikota Bekasi Sebut Ekonomi Negeri Tirai Bambu Itu Luar Biasa

"Banyak, China itu ekonominya luar biasa," ucap Rahmat Effendi kepada wartawan di Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi (14/10/2019).

Pepen berkunjung ke negeri dengan julukan Tirai Bambu itu bercerita, selama 3 hari kunjungannya tanggal 9-11 Oktober lalu. Pepen mengunjungi beberapa tempat di China, salah satunya Tiananmen Square di Beijing.

Kota Bekasi Antisipasi Banjir dengan Bangun Polder dan Crossing Tol

"Berbagai upaya penanggulangan kami lakukan untuk membuat tinggi banjir di setiap titik semakin menurun dan cepat surut," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Kota Bekasi, Yudianto, Senin (14/10/19).

Yudianto mengakui pihaknya belum dapat mengurangi 49 titik banjir di wilayah itu. "Pembangunan infrastruktur untuk pengendalian banjir belum tuntas," katanya.

Ini Penjelasan BMKG Mengapa Bekasi Terasa Lebih Dingin di Malam Hari

"Sekarang lagi musim kemarau, kalau lagi kemarau itu awan-awan jarang artinya cukup teranglah clear tidak ada tutupan awan. Sehingga matahari menyoroti kita lebih cepat, ketika musim kamrau itu disiang hari terasa panas, namun demikian pada malam hari, dari bumi sendiri memberikan energi ke langit lebih cepat juga. Sehingga pada malam hari, akan lebih dingin ketika malam hari," ujar Kepala Subbidang Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi kepada wartawan, Rabu (17/6/2019).

Simpang BCP Arah Jakarta Akan Ditutup, Dishub Bekasi Siapkan Rekayasa Lalin

"Simpang BCP yang ke arah Jakarta itu kan dipasang tiang pier 347 (Tol Becakayu). Tiang pier ini bukan tiang yang sudah berjejer di Kalimalang, tapi tiang pier ini tiang utama yang menopang jembatan yang akan menyebrang Jalan Ahmad Yani sepanjang 104 meter," ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi, saat dikonfirmasi, Rabu (17/7/2019).

M Tri Ancang-ancang Pilkada 2023, Konfigurasi Politik Berubah

Padahal belum genap dua tahun Tri yang menggunakan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politiknya untuk maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi periode 2018-2023 pada 27 Juni 2018 lalu.

Langkah Tri Adhianto ada yang menyebut sebagai kutu loncat. Namun dia membantah memberikan mahar atas kepindahannya dari PAN ke PDI Perjuangan tersebut.

Presiden Tidak Keberatan Jembatan di Muara Gembong Gunakan Namanya

"Ya kalau jembatan kecil-kecil gitu nggak apa apa. Saya yang bagian kecil kecil sajalah, yang penting mobil sudah bisa cukuplah," kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai meninjau program penyambungan listrik gratis di Kabupaten Bekasi, Rabu.

Jembatan yang melintang di atas Sungai Citarum dan dikerjakan sekitar enam bulan lalu itu sudah selesai pengerjaannya dan masyarakat menyebutnya Jembatan Jokowi.

Pemkot Bekasi Gandeng JICA Lakukan Pemurnian Air dengan ‘Biocord’

"Metode biocord ini merupakan salah satu instrumen teknologi pemurnian air untuk menjaga kualitas air dan lingkungan dari pencemaran limbah rumah tangga maupun industri," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Bekasi.

Hal itu, menurutnya usai menerima kunjungan belasan perwakilan JICA ke sejumlah proyek kolam retensi di beberapa kawasan setempat.

Kota Bekasi Masuk 6 dari 10 Kota Paling Toleran, Jakarta Kota Paling Intoleran

Sementara Kota Bekasi yang pada masa kampanye Pilkada lalu sempat mencuat friksi-friksi intoleran masih lumayan masuk 6 besar dari skor kota toleran. Piagam diterima langsung Walikota Bekasi Rahmat Effendi di Jakarta, Jumat (7/12).

Penilaian IKT dilakukan Setara terhadap 94 kota yang ada di Indonesia. Setidaknya ada empat variabel yang digunakan sebagai alat ukur indikator toleransi dalam tata kelola kota, yaitu regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial dan demografi agama.