• Hotel Indonesia. -IST-

Hotel Indonesia Group Bidik Kelola 60 Hotel BUMN

Hotel Indonesia Group Bidik Kelola 60 Hotel BUMN

Thu, 03/29/2018 - 15:59
Posted in:
0 comments

HOTEL Indonesia Natour (HIN) menggandeng Hotel Patra Jaya milik Pertamina bergandengan tangan membentuk PT Hotel Indonesia Group (HIG). Usaha patungan ini menargetkan dapat mengelola 60 hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun nanti. Sejauh ini, HIG baru mengelola 48 hotel BUMN.

Sejauh ini komposisi pemegang saham mayoritas HIG dipegang oleh HIN, yakni 51 persen, dan sisanya 49 persen dimiliki Patra Jasa.

Direktur Utama Patra Jasa sekaligus salah satu pendiri Hotel Indonesia Group (HIG) Muhamad Haryo Yunianto mengatakan pertumbuhan hotel BUMN di bawah HIG bakal membuat seluruh hotel BUMN memiliki standarisasi operasional dan layanan yang seragam.

"Nanti kami dukung pola marketingnya, standarisasi operasional, pendidikan, dan segala macamnya," ungkap dia, Selasa (27/3).

Untuk mencapai target itu, HIG tengah menjajaki dengan berbagai hotel BUMN yang belum menjadi anggotanya. Penjajakan itu khususnya dilakukan terhadap hotel yang berada di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra.

"Selain itu, kami juga sedang susun direksi HIG juga tahun ini," tutur Muhamad.

Hal ini dilakukan agar HIG bisa semakin memamerkan identitasnya di depan publik. Muhamad menekankan seluruh aset hotel yang bergabung dalam HIG tetap dimiliki oleh masing-masing hotel tersebut.

"Jadi, tidak ada transfer aset. Tahap awal ini kami bentuk supply chain-nya. Harapannya nanti kami bisa seperti hotel chain internasional yang milik pemerintah," papar Muhamad.

Secara terpisah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat menambahkan awalnya HIG dibentuk pada 2016 lalu sebagai virtual holding perhotelan BUMN.

Namun, tak seperti holding pada umumnya yang menyatukan aset di induk holding tersebut, melainkan aset hotel tetap digenggam oleh masing-masing perusahaan.

Sebagai langkah awal lanjut Edwin, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan rebranding agar masyarakat bisa lebih mengenal HIG. Karena selama ini, masyarakat hanya tahu jika pengelolaan hotel milik BUMN di ambil alih oleh HIN.

"Kalo total hotel BUMN dengan pertumbuhan sekarang mungkin udh mencapai 100 hotel, tapi kami akan melakukan rebranding dulu. HIG itu kan anak yg baru tumbuh, baru lahir, jadi kita harus rebranding dan kita sedang susun direksi HIG supaya 2018 kita bisa kick off rebranding dan mengenalkan HIG sebagai chain hotelnya BUMN," jelasnya.

Setelah melakukan rebranding, barulah pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap suplaynya seperti standarisasi produk secara fisik. Sehingga diharapakan, dengan perbaikan yang dilakukan HIG bisa membuat hotel BUMN layaknya hotel berstandar Internasional.

"Beberapa hal yang kita lakukan adalah, kita tidak melakukan transfer aset dan sebagainya. Tahap awal ini kita melakukan dalam bentuk supply chainnya. Kemudian standardisasi produk, secara fisik kemudian marketing, jadi dalam tahap itu dulu. Harapannya nanti kita bisa seperti hotel chain internasional yang milik pemerintah," jelas Haryo.

<>CNNInd/Okezone/01