• Rapid test corona. -IST-

Berpotensi Tularkan Corona, DPRD dan IPW Minta Rapid Test Ridwan Kamil Dibatalkan

Berpotensi Tularkan Corona, DPRD dan IPW Minta Rapid Test Ridwan Kamil Dibatalkan

Tue, 03/24/2020 - 03:20
Posted in:
0 comments

Langkah Gubernur Ridwan Kamil dinilai malah berpotensi menyebarkan lebih luas virus corona.

BEKASI, - Rapid tes massal corona yang akan diadakan di gelanggang olahraga sejumlah daerah di Jawa barat, seperti di Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan lainnya mengundang protes berbagai kalangan. DPRD Jabar mengkritik langkah tersebut karena berpotensi malah menyebarkan virus corona.

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar langkah tersebut dibatalkan, karena bertentangan dengan upaya pemerintah. Polisi berhak membubarkan kegiatan itu bila Pemprov Jabar ‘keukeuh’ dengan rencana tersebut.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah mengumumkan Tes Corona tersebut dilakukan di daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta serta sebagian Bandung Raya. Yakni, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Sumedang. Daerah ini dipilih karena sebaran kasus Covid-19 paling banyak dibandingkan daerah lain.

Pelaksanaan tes dengan drive-thru, direncanakan Ridwan di tiga lokasi, yakni Stadion Patriot Candrabaga di Bekasi untuk warga Bekasi dan Karawang, Stadion Pakansari di Bogor untuk warga Bogor dan Depok, serta Stadion Si Jalak Harupat untuk Kabupaten Bandung dan sisanya. Belakangan Pemkot Bekasi menolak rencana Ridwan tsb.

Sumber di Pemkot Bekasi, kemarin menyebut, rencana rapid test yang sedianya akan diadakan di Stadion Candrabraga Rabu ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan. Pembatalan disebut-sebut setelah mendapat kritik keras dari banyak pihak.

Meskipun secara teknis ada upaya-upaya antisipasi, namun pengumpulan massa dalam jumlah besar, sekalipun berjadwal, tetap mengundang risiko lebih besar ketimbang bila dilakukan dengan kunjungan ke rumah.

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat seperti dilansir pikiran-rakyat.com mendesak kebijakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyelenggarakan pemeriksaan cepat massal COVID-19 di beberapa stadion di Jabar, dikaji ulang.

DPRD menyoroti hal itu justru akan berdampak lebih luas penyebaran penularan COVID-19 di kalangan masyarakat.

 “Di DPRD juga kita resah dengan model rapid test massal di stadion, malah mengumpulkan banyak orang di satu lokasi.

Kan secara prinsip kita sudah mensosialisasikan social distancing. Ketika yang sehat saja harus jaga jarak, ini malah kemudian dikumpulkan dengan sedemikian banyak (orang, red) di stadion.

Itu yang justru kita semua di Komisi V DPRD juga khawatir. Mumpung belum dilaksanakan, sebaiknya kebijakan ini dikaji ulang,” ungkap anggota Komisi V DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya saat dikonfirmasi, Senin 23 Maret 2020.

Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan Ridwan Kamil ini, lanjut Asep, Komisi V DPRD Jabar akan segera menindaklanjuti pernyataan gubernur tersebut kepada Satuan Tugas COVID-19 di Provinsi Jawa Barat terkait kekhawatiran terjadi penyebaran COVID-19 pada saat dilakukannya rapid test di stadion.

 

Polisi Harus Bubarkan

Polri harus berani membubarkan Tes Massal Covid-19 yang diputuskan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai Rabu, 25 Maret 2020. Sebab tes dengan pengumpulan massa ini bertentangan dengan instruksi Presiden Jokowi dan Maklumat Kapolri.

Ketua Ind Police Wacth (IPW), Neta S Pane dalam siaran persnya berharap jajaran kepolisian berani bersikap tegas membubarkan aksi pengumpulan massa oleh Ridwan Kamil itu. IPW juga berharap aparatur pemerintah bersikap satu kata dengan perbuatan dalam mengatasi penyebaran virus Corona. Jangan di satu sisi melarang pengumpulan massa, di sisi lain membuat pencitraan dengan mengumpulkan massa. Tes Corona buat masyarakat tidak harus dengan mengumpulkan massa di stadion, tapi bisa dilakukan door to door, untuk menghindari pengumpulan massa yang justru berisiko menyebarkan virus Corona.

Melihat agresifnya Ridwan melancarkan rencana Tes Corona ini, sudah saatnya Kapolri dan Kapolda Jabar menegur Ridwan untuk membatalkan rencananya tsb. Sebab selain bertentangan dengan instruksi Presiden dan Maklumat Kapolri, pengumpulan massa berisiko menyebarluaskan penyebaran virus Corona. [M-01/BBS]