• Telkom Indonesia. -IST-

Banyak Anak Muda Kini Tertarik Berkarir di BUMN? Ini Alasannya!

Banyak Anak Muda Kini Tertarik Berkarir di BUMN? Ini Alasannya!

Thu, 03/29/2018 - 15:51
Posted in:
0 comments

DARI ajang pameran IBD Expo yang berlangsung di JCC (Balai Sidang) Jakarta tampak begitu membludak oleh para mahasiswa tingkat akhir atau yang baru lulus (fresh graduate). Maklum, selama pameran sejumlah BUMN ternama negeri ini memang memanfaatkannya untuk menjaring para tenaga muda potensial untuk menjadi pegawainya.

Tiap hari ribuan anak muda dengan membawa sejumlah persyaratan di map mengerumuni stand-stand yang menawarkan job carrier tersebut. Mulai dari Telkom, Bank Mandiri, PGN, Wika, Adhi Karya, Waskita, dan lainnya.

Selama pameran tersebut, menurut panitia tidak kurang dari 15.000-an pelamar memasukkan aplikasinya. Pelamar terbesar diperoleh PT Telkom dan anak usahanya. Sementara sisanya terbagi atas sejumlah BUMN karya yang kini sedang gencar membangun infrastruktur dan membentuk anak usaha baru.

Kenapa banyak anak muda kini tertarik untuk berkarir di BUMN? Selain menguasai semua sektor pembangunan di negeri ini, BUMN memang menjanjikan karir yang lebih baik – paling tidak dibandingkan sektor swasta.

“Jaminan hidup lebih jelas. Dan yang pasti, pegawai BUMN itu sulit dipecat,” kata Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN yang jadi pembicara talkshow BUMN Career Opportunity, Hambra.

Bisnis BUMN yang terus berkembang membuka banyak peluang tenaga muda untuk berkarir di perusahaan-perusahaan plat merah. Peluangnya sekarang lebih terbuka, karena lebih profesional dengan tidak lagi dilatarbelakangi connectivitas.

Saat ini SDM di BUMN setidaknya berjumlah 935.531 pegawai. Dengan pertumbuhan bisnis yang meningkat rata-rata 6 persen, secara otomatis kebutuhan pegawai tiap tahun akan terus meningkat.

Banyak anak muda yang belakangan senang berkarir di BUMN, bukan saja karir yang jelas, tapi di sini tidak ada diskriminasi dan SARA, remunerasi bersaing dan jaminan job safety. Dan yang patut dicatat tentunya, pengabdian di BUMN menurut Hambra, bukan semata-mata untuk memperkaya diri sendiri, tapi sebagai wujud pengabdian pada negara. Sebab, keuntungan yang didapat BUMN pada akhirnya untuk membiayai pembangunan.

Ke depan dengan adanya sistem karir yang terintegrasi dalam “Integrated Talent Management System”, mereka yang punya kemampuan dan profesionalisme tinggi bakal masuk talent-talent unggulan yang disiapkan untuk memimpin BUMN.

Sistem terintegrasi itu kini sedang diterapkan di Bank Mandiri, Pertamina, Semen Indonesia, dan Telkom.

“Hal ini untuk menciptakan SDM berkelas dunia,” kata Herdy Harman, Direktur SDM PT Telkom yang juga dipercaya sebagai Ketua Umum Forum Human Capital (FHCI) BUMN.

Lewat pembinaan karir yang terintegrasi itu tenaga profesional benar-benar disiapkan sejak dini. Di sini, lanjut Herdy, bukan hanya diperlukan sosok yang pintar, tapi yang juga punya kemampuan lain, seperti berkarakter, antusias, profesional, kreatif, kompetitif, dan tentunya berintegritas tinggi.

<>TO