June 2018

Menikah & Makan Telur Bisa Melindungi Anda dari Penyakit Jantung & Stroke

Meski pernikahan belum tentu seindah apa yang ditampilkan dalam dongeng, menurut peneliti hidup bersama pasangan hingga usia senja bisa membuat Anda terhindar dari penyakit jantung dan stroke.

Dilansir AFP, survey yang berlangsung selama dua dekade terhadap lebih dari dua juta orang berusia 42 hingga 77 tahun menemukan bahwa menikah secara signifikan mengurangi risiko dari dua penyakit itu, seperti dilaporkan dalam jurnal medis Heart.

Transaksi Kopi Indonesia di WOC Mencapai Rp80 Miliar

Nilai itu diperoleh dari sejumlah kesepakatan bisnis para eksportir Indonesia dengan perusahaan-perusahaan dari berbagai negara, seperti Belanda, Jerman, Inggris, Amerika Serikat (AS), Swiss, Swedia, Ukraina, Belarus, dan beberapa perusahaan dari Amerika Selatan, seperti Brazil dan Chile, ujarnya, Minggu.

Jenis kopi yang diminati, menurut dia, bervariasi layaknya Robusta Lampung, Arabica Gayo, Arundaya, Lintong, Kintamani dan Toraja.

Pj Walikota Bekasi Ancam ASN Tak Masuk Kerja pada Kamis Dikenai Sanksi

"Sebagai Pj Wali Kota, saya ingin pelayanan umum terhadap publik kembali berjalan normal pada hari pertama masuk kerja (Kamis)," katanya.

Menurut dia, libur yang diberikan pemerintah sudah lebih dari cukup, sehingga tidak ada alasan bagi ASN tidak masuk atau bolos pada hari pertama kerja, Kamis (21/6).

Pilwakot Bekasi Memanas, Dua Kandidat Paslon Saling Lapor Soal Dugaan Ijazah Palsu

Petahana Pilwakot Bekasi, Rahmat Effendi dilaporkan ke Bawaslu atas tudingan menggunakan ijazah SMA palsu. Tim advokasi paslon nomor urut 2 menemukan banyak kejanggalan dalam ijazah Pepen.

Hal yang sama juga dilakukan relawan pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto. Tim nomor urut 1 melaporkan ke Bawaslu atas dugaan cawalkot nomor urut 2 menggunakan ijazah S1 dan S3 (doktor) yang diduga ilegal.

PPDB SMAN/SMKN Jalur Non Akademik di Bekasi Amburadul

Elisabet (45) yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMAN 10 Kota Bekasi melalui jalur penghargaan maslahat bagi guru (PMG) harus gagal total karena panitia setempat meminta syarat sertifikasi guru.

"Itu jalur mestinya penghargaan untuk semua guru baik yang ASN atau guru honorer. Kenapa harus memakai syarat sertifikasi kan aneh. Sedangkan ketentuan tersebut tidak diatur secara rinci. Harus adil masa pilih pilih," jelas Elisabet.

Manajemen Garuda Indonesia Harus Serius Sikapi Mogok Pilot

Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mengingatkan manajemen PT Garuda Indonesia agar menyikapi serius ancaman mogok para pilot pesawat Garuda Indonesia pada musim mudik.

"Ancaman dari para pilot itu bukan yang pertama kali, sehingga mengindikasikan ada persoalan krusial antara manajemen dengan para pilot belum terselesaikan," kata dia, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.

Dia bilang, berdasarkan catatan yang dihimpunnya ada beberapa kali aksi mogok dari pilot Garuda Indonesia, karena menuntut kenaikan gaji. 

Tuntutan Tak Digubris Meneg BUMN, 1.300 Pilot Garuda Indonesia Ancam Mogok Kerja

Ancaman yang cukup serius ini membuat sejumlah pihak cemas adalah termasuk mogok saat puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 2018 mendatang.

Berbagai pihak, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pun menyatakan penolakannya atas ancaman mogok ini.

Diketahui, hak konsumen dalam mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan saat memakai jasa penerbangan telah diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.

Oleh karenanya, Ketua YLKI mengatakan pihaknya setuju menghargai rencana aksi itu, jika tidak menimbulkan akibat pada aspek pelayanan terhadap konsumen.