Sunday, May 20th

Last update08:15:03 PM GMT

You are here

By Plimun Web Design

Green Laundry, Pusat Cuci Pertama di Bekasi yang Memiliki IPAL

E-mail Print PDF

Warga Desa Sukadanau bersama Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) berupaya mempelopori gerakan green economy oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Langkah tersebut dilakukan dengan membuat unit usaha laundry yang memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dikatakan laundry tersebut diklaim sebagai laundry pertama milik warga yang memiliki instalasi tersebut.



Hal itu terungkap dalam peresmian Koperasi Desa Sukadanau (KDS) Green Laundry, di Kampung Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Kamis (19/5) pagi. Dalam kegiatan peresmian ini, dilakukan juga penandatanganan MoU Kerjasama antara pihak CCAI dengan pihak KDS Green Laundry. Pihak CCAI akan memberikan kesempatan pihak KDS Green Laundry untuk terlibat sebagai salah satu vendor yang bertanggung jawab terhadap kebersihan baju-baju karyawan CCAI.

Ketua Koperasi Desa Sukadanau H. Soemarmo memaparkan pembangunan KDS Green Laundry berawal dari swadaya masyarakat desa dengan bantuan pendampingan dari CCAI. Seiring perkembangannya, usaha tersebut kemudian menjadi salah satu unit usaha yang dimiliki Koperasi Desa Sukadanau. Sehingga, hasil keuntungan yang diperoleh dikembalikan kepada warga desa yang menjadi anggota.

Soemarmo mengakui unit usaha tersebut cukup memberikan dampak positif bagi anggotanya. Namun, tidak berhenti disana, pihaknya juga berharap dampak positif itu juga menular ke lingkungan. Oleh karena itu, dibangunlah laundry yang ramah lingkungan yakni dengan memiliki IPAL. Ia memperkirakan laundry KDS merupakan laundry warga pertama yang ramah lingkungan karena memiliki IPAL.

“Dari hasil penelitan yang kami peroleh, air limbah yang dihasilkan ternyata berada dibawah ambang batas normal. Sebagai contoh kandungan BOD hanya berkisar 25,1 sementara angka maksimal adal 100. Begitu pula dengan kandungan minyak yang berada jauh dibawah ambang batas,” ujarnya. Ia menambahkan hal itu sesuai dengan peraturan Kementrian Lingkungan Hidup No. 112 tahun 2003.

Lebih jauh Soemarmo mengatakan dari hasil uji kepuasan pelanggan pun diketahui bahwa hasil cucian yang dilakukan KDS diakui lebih bersih. Hal itu tercapai setelah unit usaha itu lebih memperhatikan aspek lingkungan. “Ternyata dengan lebih memperhatikan dampaknya ke lingkungan, yang dihasilkan pun menjadi lebih baik,” ujarnya.

Regional Corporate Affairs Manager Iskandar Zulkarnain mengatakan permasalahan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tempat perusahaanya berada telah menjadi perhatian utama. Ia berharap dari program KDS Green Laundry, semua aspek sosial, ekonomi maupun lingkungan dari konsep CSR perusahaannya telah dipenuhi.

“CCAI selalu berusaha untuk berkontribusi dalam penghematan air dan mengintegrasikannya ke dalam semua lini bisnis. Selain melakukan pengolahan air limbah (waste water treatment) dan menghasilkan limbah air yang sesuai baku mutu air yang disyaratkan oleh pemerintah,” ujarnya. (pr)