SETELAH bisnis multilevel marketing (MLM) TVI Express belakangan izinnya dipersoalkan beberapa pihak, kini Goenarni siap terbang bersama Pacific Royal, usaha penerbangan yang baru mendapatkan izin dari Departemen Perhubungan.
Kabar dari orang terdekat Goenarni menyebut, awal Januari mendatang, Goenarni yang menguasai 51% saham Pacific Royal akan memperkuat core bisnisnya di bidang jasa perjalanan wisata.
"Karena kita dari dulu sebagai networkers di bidang travelling, nggak ada salahnya kalau kita juga mendukungnya dengan penerbangan," kata Goenarni di sela-sela peluncuran buku Goenarni Goenawan, Mengubah Hidup dengan Network di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (24/11).
Untuk diketahui, maskapai patungan Indonesia-India, Pacific Royale Airways awal November lalu telah mendapatkan izin usaha penerbangan. Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) untuk maskapai pimpinan Samudera Sukardi ini telah diteken oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada 1 November 2011 dengan nomor registrasi SIUAU/NB - 025.
SIUP berlaku satu tahun dan kalau selama setahun pesawat tidak terbang, maka SIUP akan mati.
Untuk bisa terbang, Pacific Royal harus melalui tahap selanjutnya yaitu mendapatkan sertifikat operator penerbangan (Air Operator Certificate/AOC).
Untuk memenuhi syarat peraturan penerbangan yaitu mengoperasikan sebanyak 10 pesawat, lima di antaranya berstatus milik, Pacific Royale akan membeli lima unit pesawat Fokker dan menyewa limaa Airbus A320.
Managing Director Pacific Royale, Samudera Sukardi sebelumnya mengatakan, maskapainya memberikan penyertaan modal sebesar 42 juta dollar AS. Pacific Royale dikuasai oleh investor lokal yaitu keluarga Goenarni Goenawan sebanyak 51 persen dan sisanya dimiliki investor India, Tarun Trikha.
Berharap Dapat Izin Baru
Tentang TVI Express yang belakangan izinnya dicabut, Goenarni mengatakan, sudah melakukan paparan di depan instansi terkait. Ia berharap dalam waktu dekat izin baru segera keluar.
"Dari dulu saya ini seorang networker. Bahkan, kalau mati nanti di nisannya perlu ditulis 'networker sejati'. Jadi, kita tetap berjuang agar pemerintah memberikan izin," kata Goenarni.
Tentang masalah perizinan, ibu tiga anak kelahiran Surabaya, 51 tahun ini mengaku sebagai hal yang biasa. "Ibarat pohon, semakin tinggi pohon itu, pasti akan semakin kuat diterpa angin," katanya.
Diduga, melesatnya bisnis MLM TVI Express membuat sejumlah MLM yang tergabung dalam sebuah organisasi tertentu jadi iri. Pasalnya, TVI Express dalam sekejap telah menggurita menjadi MLM paling besar jaringannya.
Lewat buku "Goenarni Goenawan, Mengubah Hidup dengan Network" yang disunting Aendra Medita dan diterbitkan Guru Publishing, Goenarni ingin berbagi dengan banyak orang tentang sukses yang dijalani. Berawal dari kemiskinan yang dialaminya, ia kini bisa sukses jadi milyarder. (may)








